Beasiswa S1, S2, S3 Untuk Indonesia
The purpose of this project is to gather information on pollutants and hazardous substances within a port environment. Most of the existing methods for the detection of marine pollution are laboratory-based methods. This project propose to develop electrochemical sensors for the in-situ detection of a range of pollutants present in sea waters, which will be: e.g. phenol, cresol, lead, styrene, carbon tetrachloride and dissolved oxygen.
The Art and Design Research Institute (ADRI), Middlesex University London, setiap tahun menyediakan beasiswa S3 untuk bidang Seni dan Desain. ADRI telah melakukan berbagai riset yang di akui secara internasional, antara lain di bidang Seni Rupa, Desain dua maupun tiga dimensi, Electronic Arts, Sejarah Seni dan Desain, serta Teknik Desain Produk. Aplikasi di buka hingga 29 Mei 2009.
The Department of Food Science, University of Aarhus, Denmark membuka kesempatan beasiswa S3 untuk riset yang meneliti tentang pengaruh dari berbagai cara pengolahan lemak susu. Untuk dapat mengikuti program ini, kandidat harus mempunyai latar belakang “Food Science”, “Physical Chemistry”, atau “Biotechnology”. Aplikasi di terima paling lambat tanggal 26 Mei 2009.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian R.I. Nomor 19/M-IND/PER/2/2007 tentang Penyelenggaraan Program Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan Industri Kecil dan Menengah, bahwa dalam rangka mempercepat pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah di Propinsi dan Kabupaten/Kota perlu mempersiapkan Tenaga penyuluh Lapangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui Program Beasiswa pada Unit Pendidikan di Lingkungan Departemen Perindustrian.
Berdasarkan hasil evaluasi seleksi Calon Penerima Beasiswa S2 & S3 Luar Negeri Depkominfo 2009, yang meliputi aspek administratif, kemampuan dan potensi akademik, serta hasil wawancara, berikut kami sampaikan Daftar Nama Calon Penerima Beasiswa S2 & S3 Luar Negeri Departemen Komunikasi dan Informatika tahun 2009 yang dinyatakan “memenuhi syarat” untuk pemrosesan lebih lanjut berkaitan dengan proses admisi dan pengurusan visa sebagai berikut :
Beasiswa ini tergolong baru untuk Indonesia. Untuk pertama kali beasiswa ini diberikan kepada 22 orang penerima dari Indonesia pada tahun 2007. Seperti diklaim di websitenya, ALA merupakan beasiswa dengan kompetisi ketat di tingkat regional. Penentuan keputusan final tidak terjadi di Jakarta tetapi di Canberra, tempat ratusan kandidat diperbandingkan sebelum diberi beasiswa.
Seperti namanya, beasiswa ini memang disediakan untuk pemimpin dan calon pemimpin masa depan di kawasan Asia Pasifik. ALA memberikan beasiswa penuh kepada penerimanya untuk studi tingkat master dan doktor di beberapa negara, umumnya Australia. Lembar fakta tentang beasiswa ini bisa dilihat di websitenya pada ALA scholarship fact sheet.